Memahami cara kerja thermocouple dan jenis-jenisnya pada sistem instrumentasi industri
Thermocouple adalah sensor temperatur yang dibuat dari:
Ketika terjadi perbedaan suhu, thermocouple menghasilkan tegangan kecil yang dapat diukur untuk mengetahui temperatur.
Thermocouple bekerja menggunakan:
Efek Seebeck
Ketika dua logam berbeda mengalami perbedaan temperatur, akan muncul tegangan listrik kecil.
Semakin tinggi temperatur:
Tegangan ini biasanya hanya dalam:
Lalu transmitter atau temperature controller akan mengubah tegangan tersebut menjadi nilai temperatur.
Thermocouple terdiri dari:
Thermocouple tipe K menggunakan:
Thermocouple dapat mengukur temperatur sangat tinggi.
Karena ukuran junction kecil, thermocouple cepat merespon perubahan suhu.
Cocok digunakan pada:
Thermocouple lebih ekonomis dibanding beberapa sensor temperatur lainnya.
Paling umum digunakan di industri.
Range:
-200°C sampai 1260°C
Range:
0°C sampai 750°C
Range:
-200°C sampai 350°C
Karena thermocouple bekerja berdasarkan perbedaan temperatur:
Maka digunakan:
Cold Junction Compensation (CJC)
untuk mengkompensasi temperatur terminal agar pembacaan tetap akurat.
| Thermocouple | RTD |
|---|---|
| Output mV | Output resistansi |
| Range sangat tinggi | Akurasi lebih tinggi |
| Respon cepat | Lebih stabil |
| Lebih murah | Lebih mahal |
masalah thermocouple LRV dan URV mA vs Volt
Thermocouple adalah sensor temperatur yang bekerja berdasarkan perbedaan tegangan akibat perbedaan suhu antara dua logam berbeda.
Thermocouple bekerja menggunakan efek Seebeck, dimana dua logam berbeda menghasilkan tegangan kecil ketika terdapat perbedaan temperatur.
Thermocouple tipe K adalah yang paling umum digunakan karena range temperatur luas dan harga relatif ekonomis.
Thermocouple menghasilkan tegangan kecil berdasarkan suhu, sedangkan RTD bekerja berdasarkan perubahan resistansi.